-->
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Cara Membuat Blog SEO

Rumah Salam

Beragam info menarik tips dan trik

Iklan
  • Home
  • About
  • Kontak
  • Sitemap
  • Galeri
  • Dropdown Menu ▼
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5
  • Blogging

Kamis, 23 Maret 2017

Home » Berita Islam » Ketika Kajian Dianggap Lebih Berbahaya dari Praktek Maksiat

Ketika Kajian Dianggap Lebih Berbahaya dari Praktek Maksiat

  Unknown     Kamis, 23 Maret 2017
Ramai berita pekan ini tentang ditolaknya kehadiran Ustadz Khalid Basalamah di Surabaya, yang bahkan telah dipindahkan ke tempat lain ( Sidoarjo), tetap ditolak oleh sekelompok ormas lokal. Sebagaimana yng diberitakan PORTAL-ISLAM SIDOARJO (4/3/2017), Acara Pengajian Sunnah dengan tema "Manajemen Rumah Tangga Islam" dengan pembicara Ustadz Khalid Basalamah di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur dibubarkan paksa oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas tertentu.

Ustadz Khalid Basalamah kemudian menenangkan Jamaah Pengajian agar jangan melakukan tindak kekerasan dan terprovokasi. Untuk menenangkan situasi, Ustadz Khalid Basalamah memilih meninggalkan lokasi Pengajian dengan dikawal oleh anggota kepolisian Sidoarjo.
Ketika Kajian Dianggap Lebih Berbahaya dari Praktek Maksiat
Insident ini diklarifikasi oleh ormas yang bersangkutan karena menganggap Ustadz Kholid Basalamah selama ini memiliki track record menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pendapat ormas tersebut. Sering mengolok dan mem"bid'ah"kan ormas lokal tersebut. Sehingga jika diboarkam akan merusak pemahaman islam yang telah mereka yakini.

Sesungguhnya di dalam islam, hal khilafiyah itu sangat diapresiasi. Selama ada dalil tentu boleh berbeda. Diajarkan oleh islam, ketika seorang ulama sudah mencurahkan seluruh kemampuan untuk melakukan ijtihad, maka kalau salah satu pahala kalau betul dua pahala, tak ada yang salah. Lihatlah betapa elok akhlaq para imam mazhab, mereka tetap saling menghormati pendapat imam lain meski berbeda. Jadi, bila kita meyakini satu pendapat sebagai yang paling benar, ya silakan, hanya saja harus bijak menempatkan diri agar tidak menyalahkan orang yang punya pendapat syar'i yang lain.

Adil Saat Berbeda

Dalam hal ini, landasan kita sehrusnya tetap pada dalil. Selama syar'i adalah pendapat islam. Tidaklah jumlah kita yang banyak lantas memastikan kitalah yang paling benar. Bukan pula kita yang paling dhulu ada lantas menjadi yang paling baik. Kita semua harus introspeksi, kita tidak boleh memaksakan pendapat kita dan menyalahkan pihak lain, karena boleh jadi adabanyak pendapat fiqh. Disinilah letak adab lebih utama dari ilmu. Mengetahui benar dan salah belum tentu bisa menempatkan diri dan mempraktekkan benar dan salah itu dalam kehidupan.

Kita sebagai umat terbesar di negeri ini harus lebih dewasa. Sungguh kajian itu tidaklah berbahaya. Selama pembahasannya memiliki dalil syar'i, itulah pendapat islam, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Kita telah termakan oleh media. Opini media menggiring pemahaman kita bahwa kajian islam bisa membuat seseorang berubah menjadi sosok intoleran. kondisi ini ditambah dengan drama - drama terorisme. Lengkap sudah stigma bahwa islam fanatik itu berbahaya.

Padahal opini seperti inilah yang sebenarnya lebih berbahaya. Karena jika seseorang itu menelan mentah - mentah opini media akan menjadikan seseorang itu takut berbeda meski benar. Padahal sebenarnya islam meminta kita berislam secara kaffah. Dan jika opini salah ini diterima sebagian besar masyarakat, maka maksiat akan lebih bisa diterima daripada upaya berpegang pada ajaran islam.

Ada sebuah film lawas, American Pie. Meski dikemas pop dan berbalut gaya hidup bebas khas Amerika. Film itu menggambarkan jelas ke khawatiran orang tua yang cemas, karena anak-anak mereka masih perjaka, padahal sudah menjelang pesta Prom Night (Pesta Kelulusan SMA). Bahkan di salah satu scene digambarkan ada salah satu orang tua yang menyediakan video-video dewasa untuk menstimulasi anaknya. Begitu aibnya hidup bermoral dan 'normal'. Dan saat ini, mungkin ini tidak hanya ada di dalam sebuah film. Masyarakat kita sudah mulai menuju ke sana. Na'udzubillah.

Disinilah letak penting sebuah pemerintahan yang memjalankan ajaran islam. Karena mereka paham posisi ikhtilaf. Sehingga upaya edukasi massal dan prevensi bisa dilakukan. Tidaklah akan besar sebuah bangsa, jika kerukunan tidak terjaga. Wallahi a'lam.
[RumahSalam/vic]
By Unknown di Maret 23, 2017
Label: Berita Islam

Recent Posts

Memuat...

Popular Posts

  • Tidak Perlu Kedokter, Inilah Cara Mudah Dan Aman Bersihkan Karang Gigi Sekaligus Memutihkannya
  • Cobalah Tutup Lubang Telinga Luar Dengan Potongan Bawang Sebelum Tidur, Lihat Apa Yang Terjadi!
  • Jangan Tidur Dengan Posisi Seperti Ini, Karena Bisa Menyebabkan Anda Kehilangan Tangan Bahkan Kematian
  • Waspadalah, Segera Hapus Dan Bersiaga Jika Ada Tanda Seperti Ini Di Tembok Atau Pagar Rumah Anda
  • Inilah Tanaman Yang Mampu Menghancurkan Sel Kanker Payudara Dalam Waktu Kurang Dari 16 Jam

Labels

Aneh Berita Islam Bisnis Dunia Islam Ekonomi Entertainment Hiburan Hukum Info Menarik Inspirasi Internasional Internet Keluarga Kesehatan Khazanah Kontroversial Kriminal Lifestyle Loker Lucu Misteri Olahraga Opini Pengetahuan Peristiwa Ragam Selebritis Tentang Islam Tips TNI Unik Video Viral Wisata

About

SEO Starter is SEO and Mobile Friendy Blogger Template. Responsive Sesuai dengan Rekomendasi Google

Web Links

  • Blogger Platform
  • CMS WordPress
  • Facebook
  • Microblogging
  • Manchester United

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © Rumah Salam. All rights reserved. Template by Romeltea Media